Beribu upaya untuk melupakan namun apalah daya. Terlalu besar terlukis dihati ini menggores pikiran dan menguras air mata
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Oktober 2012
Masa LaLu
Beribu upaya untuk melupakan namun apalah daya. Terlalu besar terlukis dihati ini menggores pikiran dan menguras air mata
Senin, 22 Oktober 2012
pagi BoLong ada CINTa
-->
so""
Hmm… pagi boLong buka Fbe" ehh tiba-tiba pada nongoL status ga jauh-jauh YG namanya mbh, pak, buk, bik , cik gaLLau... hampir sama ga jauh-jauh soal C.I.N.T.A .. hadewww..www. kudu mesTi biLang WAooooWWWWW super gde GtU..
Entah kenapa, pagi ini lagi pengen ngomong tentang C.I.N.TA
Cinta itu.. indah,menceria,berwarna…
Harusnya begitu kan?
Tapi banyak yang merasa,cinta itu buta,cinta itu jahat…
Aiihh…. Siapa bilang?
Mereka salah kali menempatkan cinta…. Hehe
Kita pasti udah tau, cinta tertinggi itu hanya untuk Allah saja…
Jadi kalo ada orang yang sampai sengsara karena cinta
(lebaynya…hihihi), ya itu salah sendiri, sapa suruh mencintai makhlukNya
melebihi cinta padaNya…
Hai kawan,
Putus cinta itu emang sakit, tapi jauuuhh lebih sakit ketika Allah tak
mencintai kita…
Ya iyalah…. Kalau bukan pada Allah,lantas pada siapa kita akan kembali?
Minggu, 21 Oktober 2012
Saudariku...!
Wahai Saudariku...!
sungguh engkau, wanita muslimah, makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap muslim. Engkaulah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika engkau berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dalam segala sesuatu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab Al-Muwaththa] Wahai Saudariku seaqidah…
Perhatikanlah betapa engkau akan menjadi seorang ibu. Dan perhatikan pula betapa besar tanggung jawab yang harus engkau emban dan perjuangan berat yang harus engkau pikul yang pada sebagiannya melebihi beban tanggung jawab yang dipikul kaum pria. Sampai-sampai Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya dan memperlakukannya dengan baik.
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembali” [Q.S. Luqman : 14]
Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam seraya berkata : Ya Rasulullah, siapa manusia yang lebih berhak untuk saya perlakukan dengan baik ? Jawab Nabi: “Ibumu” Ia bertanya lagi, Lalu siapa? Jawab beliau, ” Ibumu”, Ia bertanya lagi, Lalu siapa lagi? Beliau jawab: “Ayahmu” [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari]
Wahai Saudariku sekeyakinan…
Begitu mulianya dirimu, begitu berharganya dirimu, begitu sangat menentukannya keberadaan dirimu di dunia ini. Apa jadinya jika dunia yang indah mempesona ini tanpa kehadiranmu, tanpa kehadiran sosok muslimah seperti dirimu. Pasti, keindahan dunia ini akan terasa hambar tanpa makna. Sungguh, dirimu sangat diperhitungkan untuk menjaga keindahan dunia ini agar tetap berseri.
Wahai Saudariku seperjalanan…
Surga itu sangat indah, sangat menarik hati, sangat menyenangkan. Keindahannya begitu luar biasa, sampai sampai belum pernah mata melihat, belum pernah dirasakan dan belum pernah terdetik dalam hati sekalipun. Tapi apalah artinya semua itu, jika tanpa hadirnya wanita di sana? Tentunya akan tetap hambar. Begitulah yang dirasakan oleh Adam alaihi salam. Meskipun ia telah berada di surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya, ia tetap merasa sepi tanpa hadirnya seorang wanita di sisinya. Allah Maha Tahu apa yang dirasakan hambanya. Dan memang itulah fitroh yang pasti ada pada manusia, makhluk ciptaanNYA. Dengan kasih dan sayangNYA hadirlah Hawwa, sosok wanita pertama yang menemani Adam alaihi salam di surga. Akhirnya benar-benar sempurnalah keindahan itu…..
Wahai Saudariku seperjuangan…
Aku sangat yakin, dirimu sangat sadar, sangat paham dan sangat tahu bahwa dirimu adalah aura keindahan. Dirimu pun sangat mengerti bahwa tanpa wanita dinia akan hampa. Juga, dirimu pasti tahu bahwa wanita begitu mulia dan dimuliakan oleh Allah dan RasulNYA. Tapi sadarkah dirimu? Kapan seorang wanita akan tetap memberikan aura keindahan? Kapan seorang wanita akan sangat berarti keberadaannya di dunia ini? Dan kapan seorang wanita akan tetap dikatakan mulia?
Selama ia senantiasa berada pada ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Ya selama itulah ia akan tetap indah, ia akan tetap ada dan ia akan tetap mulia dan dimulia.
Wahai Saudariku dalam ketaqwaan…
Apa yang kita rasakan saat ini? Apa yang terjadi dengan dirimu saat ini? Ada apa dengan wanita akhir zaman ini? Coba perhatikan sbentar saja, renungkan kondisi wanita sekarang? Masihkan mereka pantas disebut makhluk yang indah? Pantaskah mereka disebut makhluk yang mulia dan mesti dimuliakan?
Di jalan-jalan kita jumpai para wanita sudah seakan tidak punya rasa malu. Memamerkan perhiasan diri di tempat-tempat umum tanpa ada sedikit rasa risih. Lihatlah auratmu, sudahkah engkau menutup dengan benar? Rambutmu engkau biarkan terurai dinikmati oleh banyak lelaki. Lehermu engkau biarkan terbuka bahkan lebih dari itu. Betismu, engkau biarkan telanjang tanpa sedikitpun penutup. Atau mungkin engkau sudah menutupnya dengan rapat seluruh auratmu, tapi di sana-sini masih nampak lekuk tubuhmu. Sadarlah mulai saat ini, auratmu itu hanya boleh engkau perlihatkan pada suamimu. Suamimulah yang paling berhak menikmati keindahan tubuhmu itu. Bahkan bernilai pahala setiap keindahan yang engkau persembahkan kepada suami.
Wahai Saudariku dalam keimanan…
Tahukah dirimu, wanita adalah sumber fitnah terbesar bagi umat akhir zaman. Ia bisa menghancurkan dunia yang indah ini. Maka dari itu, sambutlah seruan Allah. Tutuplah auratmu, jagalah pandanganmu, taatlah pada Allah dan Rasulnya, tetaplah patuh pada suami dalam ketaatan kepadaNYA, niscaya surga akan mudah engkau raih. Bahkan Rasulullah pernah mengingatkan seorang Sahabiahnya, bahwa suami adalah surga atau nerakanya para istri.
Wahai Saudariku dalam kedamaian…
Janganlah dirimu menyepelekan masalah aurat ini. Janganlah dirimu menganggap itu hanyalah masalah sepele dan patut disepelekan. Ketahuilah wahai saudariku, menutup aurat bukanlah sekedar perintah atau anjuran dari Bapak/Ibu kita. Bukan hanya sekedar anjuran ustadz atau kiayi kita. Bukan hanya sekedar nasihat teman-teman kita. Bukan hanya sekedar trend untuk bergaya. Bukan hanya model untuk mempercantik diri. Bukan hanya sekedar pilihan yang bisa ditawar. Tapi ketahuilah wahai saudariku menutup aurat adalah perintah Allah. Perintah Dzat yang telah menyebabkan kita ada di dunia ini. Perintah dari Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Mari renungkan dalam hati yang paling dalam. Beranikah dirimu menentang perintahNYA? Lalu dengan apa engkau menghadapi pangadilanNYA kelak di akhirat? Bisakah dirimu mengelak, membantah atau beralasan atau berargumen membenarkan perbuatanmu???
Wahai Saudariku dalam kasih sayangNYA…
Maaf, mungkin dirimu bukanlah tipe wanita sumber finah tersebut.Bukan tipe wanita yang mengumbar aurat. Jika benar demikian, tetaplah waspada. Setan akan selalu mencari celah agar bisa menjerumuskan kita. Tapi mungkin, memang dirimu saat ini belum bisa memakai jilbab. Tapi aku yakin dirimu bukan bermaksud menentang perintahNYA. Jika demikian adanya, mari kita bersama-sama mulai saat ini untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mungkin ada sebagian dari kita ingin menunda, nanti sajalah pakai jilbabnya kalau sudah benar-benar siap. Nanti kalau saya sudah punya suami. Nanti kalau sudah punya banyak uang. Nanti kalau…… Nanti jika…..Nanti…. nanti….
Saudariku, mengapa harus menunggu nanti jika memang saat ini kita bisa? Bisakah engkau memastikan «nanti» yang kamu janjikan benar-benar kan kau temui? Tahukah kamu seberapa lama lagi usia kita? Boleh jadi sebelum «nanti« itu tiba dirimu sudah harus menghadapNYA. Na’udzubillah….
Memang tidak mudah untuk hijrah menuju kebaikan. Setan akan senantiasa menggoda, dengan membisikkan alibi-alibi ke dalam hati kita. Kata nanti yang kita janjikan itu boleh jadi juga bisikannya. (http://multazimah.blogsome.com)
sungguh engkau, wanita muslimah, makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap muslim. Engkaulah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika engkau berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dalam segala sesuatu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab Al-Muwaththa] Wahai Saudariku seaqidah…
Perhatikanlah betapa engkau akan menjadi seorang ibu. Dan perhatikan pula betapa besar tanggung jawab yang harus engkau emban dan perjuangan berat yang harus engkau pikul yang pada sebagiannya melebihi beban tanggung jawab yang dipikul kaum pria. Sampai-sampai Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya dan memperlakukannya dengan baik.
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembali” [Q.S. Luqman : 14]
Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam seraya berkata : Ya Rasulullah, siapa manusia yang lebih berhak untuk saya perlakukan dengan baik ? Jawab Nabi: “Ibumu” Ia bertanya lagi, Lalu siapa? Jawab beliau, ” Ibumu”, Ia bertanya lagi, Lalu siapa lagi? Beliau jawab: “Ayahmu” [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari]
Wahai Saudariku sekeyakinan…
Begitu mulianya dirimu, begitu berharganya dirimu, begitu sangat menentukannya keberadaan dirimu di dunia ini. Apa jadinya jika dunia yang indah mempesona ini tanpa kehadiranmu, tanpa kehadiran sosok muslimah seperti dirimu. Pasti, keindahan dunia ini akan terasa hambar tanpa makna. Sungguh, dirimu sangat diperhitungkan untuk menjaga keindahan dunia ini agar tetap berseri.
Wahai Saudariku seperjalanan…
Surga itu sangat indah, sangat menarik hati, sangat menyenangkan. Keindahannya begitu luar biasa, sampai sampai belum pernah mata melihat, belum pernah dirasakan dan belum pernah terdetik dalam hati sekalipun. Tapi apalah artinya semua itu, jika tanpa hadirnya wanita di sana? Tentunya akan tetap hambar. Begitulah yang dirasakan oleh Adam alaihi salam. Meskipun ia telah berada di surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya, ia tetap merasa sepi tanpa hadirnya seorang wanita di sisinya. Allah Maha Tahu apa yang dirasakan hambanya. Dan memang itulah fitroh yang pasti ada pada manusia, makhluk ciptaanNYA. Dengan kasih dan sayangNYA hadirlah Hawwa, sosok wanita pertama yang menemani Adam alaihi salam di surga. Akhirnya benar-benar sempurnalah keindahan itu…..
Wahai Saudariku seperjuangan…
Aku sangat yakin, dirimu sangat sadar, sangat paham dan sangat tahu bahwa dirimu adalah aura keindahan. Dirimu pun sangat mengerti bahwa tanpa wanita dinia akan hampa. Juga, dirimu pasti tahu bahwa wanita begitu mulia dan dimuliakan oleh Allah dan RasulNYA. Tapi sadarkah dirimu? Kapan seorang wanita akan tetap memberikan aura keindahan? Kapan seorang wanita akan sangat berarti keberadaannya di dunia ini? Dan kapan seorang wanita akan tetap dikatakan mulia?
Selama ia senantiasa berada pada ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Ya selama itulah ia akan tetap indah, ia akan tetap ada dan ia akan tetap mulia dan dimulia.
Wahai Saudariku dalam ketaqwaan…
Apa yang kita rasakan saat ini? Apa yang terjadi dengan dirimu saat ini? Ada apa dengan wanita akhir zaman ini? Coba perhatikan sbentar saja, renungkan kondisi wanita sekarang? Masihkan mereka pantas disebut makhluk yang indah? Pantaskah mereka disebut makhluk yang mulia dan mesti dimuliakan?
Di jalan-jalan kita jumpai para wanita sudah seakan tidak punya rasa malu. Memamerkan perhiasan diri di tempat-tempat umum tanpa ada sedikit rasa risih. Lihatlah auratmu, sudahkah engkau menutup dengan benar? Rambutmu engkau biarkan terurai dinikmati oleh banyak lelaki. Lehermu engkau biarkan terbuka bahkan lebih dari itu. Betismu, engkau biarkan telanjang tanpa sedikitpun penutup. Atau mungkin engkau sudah menutupnya dengan rapat seluruh auratmu, tapi di sana-sini masih nampak lekuk tubuhmu. Sadarlah mulai saat ini, auratmu itu hanya boleh engkau perlihatkan pada suamimu. Suamimulah yang paling berhak menikmati keindahan tubuhmu itu. Bahkan bernilai pahala setiap keindahan yang engkau persembahkan kepada suami.
Wahai Saudariku dalam keimanan…
Tahukah dirimu, wanita adalah sumber fitnah terbesar bagi umat akhir zaman. Ia bisa menghancurkan dunia yang indah ini. Maka dari itu, sambutlah seruan Allah. Tutuplah auratmu, jagalah pandanganmu, taatlah pada Allah dan Rasulnya, tetaplah patuh pada suami dalam ketaatan kepadaNYA, niscaya surga akan mudah engkau raih. Bahkan Rasulullah pernah mengingatkan seorang Sahabiahnya, bahwa suami adalah surga atau nerakanya para istri.
Wahai Saudariku dalam kedamaian…
Janganlah dirimu menyepelekan masalah aurat ini. Janganlah dirimu menganggap itu hanyalah masalah sepele dan patut disepelekan. Ketahuilah wahai saudariku, menutup aurat bukanlah sekedar perintah atau anjuran dari Bapak/Ibu kita. Bukan hanya sekedar anjuran ustadz atau kiayi kita. Bukan hanya sekedar nasihat teman-teman kita. Bukan hanya sekedar trend untuk bergaya. Bukan hanya model untuk mempercantik diri. Bukan hanya sekedar pilihan yang bisa ditawar. Tapi ketahuilah wahai saudariku menutup aurat adalah perintah Allah. Perintah Dzat yang telah menyebabkan kita ada di dunia ini. Perintah dari Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Mari renungkan dalam hati yang paling dalam. Beranikah dirimu menentang perintahNYA? Lalu dengan apa engkau menghadapi pangadilanNYA kelak di akhirat? Bisakah dirimu mengelak, membantah atau beralasan atau berargumen membenarkan perbuatanmu???
Wahai Saudariku dalam kasih sayangNYA…
Maaf, mungkin dirimu bukanlah tipe wanita sumber finah tersebut.Bukan tipe wanita yang mengumbar aurat. Jika benar demikian, tetaplah waspada. Setan akan selalu mencari celah agar bisa menjerumuskan kita. Tapi mungkin, memang dirimu saat ini belum bisa memakai jilbab. Tapi aku yakin dirimu bukan bermaksud menentang perintahNYA. Jika demikian adanya, mari kita bersama-sama mulai saat ini untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mungkin ada sebagian dari kita ingin menunda, nanti sajalah pakai jilbabnya kalau sudah benar-benar siap. Nanti kalau saya sudah punya suami. Nanti kalau sudah punya banyak uang. Nanti kalau…… Nanti jika…..Nanti…. nanti….
Saudariku, mengapa harus menunggu nanti jika memang saat ini kita bisa? Bisakah engkau memastikan «nanti» yang kamu janjikan benar-benar kan kau temui? Tahukah kamu seberapa lama lagi usia kita? Boleh jadi sebelum «nanti« itu tiba dirimu sudah harus menghadapNYA. Na’udzubillah….
Memang tidak mudah untuk hijrah menuju kebaikan. Setan akan senantiasa menggoda, dengan membisikkan alibi-alibi ke dalam hati kita. Kata nanti yang kita janjikan itu boleh jadi juga bisikannya. (http://multazimah.blogsome.com)
Dialog PriHal JodoH
-->
Nih sedikit dialog, terjadinya
baru beberapa hari yg lalu. Di saat semua lg nyantai. Ehh tiba-tiba ayuk ku
ngomen di setatus fb prihal “ kasih sayang dLm sebuah peRnikahaN” simpel tapi
bermakNa so kudu mesTi di copy PasTe heee..”
Satu kosndisi dimana semua sedang
santai” padahal masi pagi tapi fb sudah pada OLLL Ples TempuR setatus hee...e..,
kami banyak melontarkan
pertanyaan – pertanyaan kecil, lucu, tapi jawabannya sungguh bermakna. Ayuk (panggilan
kakak perempuan di seputaran wilayah sumatera) ya.. semua dialog kami tertuju
dengan ayuk lina” da bebrapa hal yang menurut ku memiliki arti tersendiri?
Daku menuliskan satu impian sosok
laki-laki yang mapu menjadi imam dunia dan akherat, ayuk pun mengaminnkan pinta
doa ku.
Ayuk : amin ya Rabb, moga terwujudkan,ingat jgn pilih suami yg
kaya harta,tp kaya hati yg bisa m'bawa kita ke surga Illahi. Harta bisa dicari
tp suami yang soleh, taat agama itu yang paling utama. Amien.
Kalo dari hati kita niatkan tuk mpy suami yg sholeh moga2 dijabah Allah, kayak
suamiku..:)
hee..e
Daku : wahh muji suami niYe..... okelah yuk, tips-tipsnya piye
yuk? Belas ku.
Ayuk : iya dong, siapa lg yg mau
dipuji kalo bukan suamiku,, intinya yang baik dlm agamany maka akan mendapat
jodoh atau pendamping yang baik jg. Jika sdh menikah, anggap ibu mertua seperti
ibu kandung sendiri,jgn kita rampas suami kita dr keluarganya,skrg byk yg
t'jadi konflik antara menantu dgn mertua,ingin memiliki suami seutuhnya tanpa
memikir kalo suami puny kelrg sblum menikahi kita.
Daku : owHHHH.....( sembari mulut
ku menganga dan mata ku membulat)
3 jempoLL dah buat ayukkk... eitts kelebihan,
2 jempol dah tk ayukk.... jadi semangaTT nih pengenn nikah cepeTT hii..hii..hii
Ayuk : nih ada dialog kecil
Istri
: Abang cinta saya lebih dari keluarga abang ?
Suami: Tidak
Istri: Kenapa? Sampai hati abang buat saya begini
Suami: saya Ada ALASAN Tersendiri....
Istri: Baiklah saya mau Dengar Dari Hati abang Sendiri..
abang : Disaat abang mau melihat alam dunia, Bukan adek yang tolong Azankan abang tapi Ayah abang. Bila abang Menangis Di Tengah-Tengah Malam Bukan adek Yang Tolong Tenangkan abang Tetapi Emak abang. Tolong mengertilah sayang, Jadi Tanpa Kesabaran & Kesungguhan Mak Bapak abang.
Siapalah abang ?? Karena itu abang Lebih Sayangkan Keluarga abang Daripada adek. Seperti yang sekarang ini, Menyayangi Mu Satu KEHARUSAN Akan Tetapi Mencinta Allah & Ibu bapak Saya Satu KEWAJIbAN... ♥
♥
♥
♥
♥
Suami: Tidak
Istri: Kenapa? Sampai hati abang buat saya begini
Suami: saya Ada ALASAN Tersendiri....
Istri: Baiklah saya mau Dengar Dari Hati abang Sendiri..
abang : Disaat abang mau melihat alam dunia, Bukan adek yang tolong Azankan abang tapi Ayah abang. Bila abang Menangis Di Tengah-Tengah Malam Bukan adek Yang Tolong Tenangkan abang Tetapi Emak abang. Tolong mengertilah sayang, Jadi Tanpa Kesabaran & Kesungguhan Mak Bapak abang.
Siapalah abang ?? Karena itu abang Lebih Sayangkan Keluarga abang Daripada adek. Seperti yang sekarang ini, Menyayangi Mu Satu KEHARUSAN Akan Tetapi Mencinta Allah & Ibu bapak Saya Satu KEWAJIbAN... ♥
Daku
: terhaLLUUU...hukss.huks..huks.. dimanakah mencari yg
demikian yuk,,,
Selasa, 02 Oktober 2012
DuniA GaLaU
Galau, alias kacau balau, alias ribet plus riweh, adalah virus
pikiran yang menjangkiti banyak remaja saat ini. Si sinyal galau itu,
juga bisa datang tanpa diundang, en pergi nggak dianter, biasanya nggak
jauh- jauh dari persoalan asmara. Sebab lain may be bisa juga karena
tugas yang nggak selesai- selesai, atau masalah keluarga yang bikin
pusing kepala, en sederet persoalan lainnya.
Next, Perasaan galau ini biasanya mudah berkembang biak menjadi
sebuah perilaku yang aneh dan malah bisa saja heboh. Dari mulai jadi
bahan baku curhatan lewat status FB, sampe- sampe ada julukan khusus
bagi para tersangkanya, yaitu ratu dan raja galau. Belum selesai ampe
situ ajah, galau juga menjadi bahan bakar utama buat ngerasa bete tiap
hari, ato marah- marah nggak jelas.
So, kalau kamu sekarang lagi galau, apa ya yang harusnya kudu kamu
lakuin?
Cinta itu anugrah pren, maka dari itu jangan di tolak. Yang kya gitu
manusiawi banget kok. Itu juga berarti nunjukin kalo kamu normal tau'.
Jadi kudu banyak- banyak di syukurin malah.
Tapi anugrah itu seharusnya membahagiakan pren. Dan, kalau ternyata
yang kamu alami sekarang, justru bukan sebuah kebahagiaan yang
mendamaikan melainkan hanya luapan emosi atau malah jadi tambah ribetnya
hidup kamu, maka kamu kudu curiga tentang definisi kamu tentang cinta
atau rasa yang lagih kamu alamin itu. Kemungkinannya sih, biasanya hanya
2, kalo nggak cobaan, ya brarti nafsu. En inget loh, jangan aggap
enteng keduanya, karena keduanya punya efek besar buat ngehancurin idup
en masa depan kamu, kalo kamu nggak bisa ngehandlenya dengan baik.
Kali emang bener ya kata orang- orang tua, kalo idup emang nggak
melulu kudu mikir tentang cinta aja, ya walo idup nggak bakalan kerasa
idup kalo nggak ada cinta. Tapi lihat deh, u r still young pren, masih
banyak yang bisa kamu pikirin dan kamu lakuin ketimbang ngurusin soal
hati plus kegalauan kamu yang tiada berujung, tapi udah pasti nambahin
beban buat kamu. Asli deh, idup sekali aja jangan di buat ribet pren,
nikmatin aja idup dengan ngelakuin hal- hal yang membesarkan dan
mendamaikan kamu. So, kalo udah gitu bakal selesei tuh benang runyam ke
galauan kamu, lengkap dengan segala pernak perniknya.
Cukuplah kesadaran atas 24 jam pengawasan yang dilakukan Allah atas
kita itu, menjadi rem kita buat nerusin kegalauan karena yang dikepala
cuman hanya urusan tuh manusia aja. Inget loh, Allah maha pencemburu,
yang nggak mau kalo kita inget tentang siapapun itu makhluk yang
melebihi kecintaan kita terhadap Allah.
Dikit- dikit berproseslah berhenti ngebuat slogan diri kalo "nggak
galau, nggak gaul". Oke deh, emang galau nggak selalu berarti kacau,
tapi minimal kalo orang udah galau, pasti walopun dikit bakal mampet tuh
pikiran buat berpikir positif. Nah kalo udah gitu, gimana cerita kamu
bisa bakal gaul en dame, ya nggak?.
Nggak usah pake nangis apalagi galau level akut tentang sesuatu yang
udah terlanjur ancur, sante aja pren, idup InsyAllah bakal terus lanjut,
dan itu berarti akan ada sesuatu lagi yang baru yang bakal datang ke
idup kamu en menyenangkan kamu.
En buat kamu yang mengartikan galau sebagai kata lain dari nggak
pernah selesainya masalah kamu, coba deh kita share sebentar. Pren,
namanya orang idup pasti akan ada masalah. Di dunia ini cuman orang yang
udah mati yang nggak punya masalah di kehidupan mereka. Lah namanya
ajah udah mati. En masalah itu datang bukan semata- mata ngejebak kamu
dalam luka yang tak berujung (Lebay!!) ataupun malah ngejatuhin kamu
lebih dalam, tapi justru mendidik kamu buat belajar lebih dewasa dan
bijak ngejalanin idup. Satu lagi, Allah nggak akan pernah ngasih cobaan
buat hambanya yang diluar kemampuannya.
So, ubah pola pemikiran kamu tentang gimana cara memandang sebuah
masalah, kalo kamu orang yang selalu berpikir positif, masalah kya
apapun akan menyenangkan dan menawarkan tantangan buat kamu, walaupun
ngelewatinnya kudu pke bdarah- darah. Emang dunia ini adalah indah bagi
kamu selalu berpikir positif, karena terbukti bakalan jauh dari galau en
hidup dalam aman sentosa. InsyaAllah.
![]() |
| Add caption |
(NayMa/Voa)
Langganan:
Postingan (Atom)


