Wahai Saudariku...!
sungguh engkau, wanita muslimah, makhluk
mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan
pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap muslim. Engkaulah
sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika engkau
berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber
itu dapat menjauhkan setiap muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan
di dalam segala sesuatu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
“Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan
tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah
(Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab
Al-Muwaththa] Wahai Saudariku seaqidah…
Perhatikanlah betapa engkau akan menjadi seorang ibu. Dan perhatikan
pula betapa besar tanggung jawab yang harus engkau emban dan perjuangan
berat yang harus engkau pikul yang pada sebagiannya melebihi beban
tanggung jawab yang dipikul kaum pria. Sampai-sampai Allah memerintahkan
hamba-Nya untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya dan
memperlakukannya dengan baik.
“Dan kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya
dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua
tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada
Ku-lah kamu kembali” [Q.S. Luqman : 14]
Ada seorang lelaki datang
kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam seraya berkata : Ya
Rasulullah, siapa manusia yang lebih berhak untuk saya perlakukan dengan
baik ? Jawab Nabi: “Ibumu” Ia bertanya lagi, Lalu siapa? Jawab beliau, ”
Ibumu”, Ia bertanya lagi, Lalu siapa lagi? Beliau jawab: “Ayahmu”
[Diriwayatkan oleh Imam Bukhari]
Wahai Saudariku
sekeyakinan…
Begitu mulianya dirimu, begitu berharganya
dirimu, begitu sangat menentukannya keberadaan dirimu di dunia ini. Apa
jadinya jika dunia yang indah mempesona ini tanpa kehadiranmu, tanpa
kehadiran sosok muslimah seperti dirimu. Pasti, keindahan dunia ini akan
terasa hambar tanpa makna. Sungguh, dirimu sangat diperhitungkan untuk
menjaga keindahan dunia ini agar tetap berseri.
Wahai
Saudariku seperjalanan…
Surga itu sangat indah, sangat
menarik hati, sangat menyenangkan. Keindahannya begitu luar biasa,
sampai sampai belum pernah mata melihat, belum pernah dirasakan dan
belum pernah terdetik dalam hati sekalipun. Tapi apalah artinya semua
itu, jika tanpa hadirnya wanita di sana? Tentunya akan tetap hambar.
Begitulah yang dirasakan oleh Adam alaihi salam. Meskipun ia telah
berada di surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya, ia tetap
merasa sepi tanpa hadirnya seorang wanita di sisinya. Allah Maha Tahu
apa yang dirasakan hambanya. Dan memang itulah fitroh yang pasti ada
pada manusia, makhluk ciptaanNYA. Dengan kasih dan sayangNYA hadirlah
Hawwa, sosok wanita pertama yang menemani Adam alaihi salam di surga.
Akhirnya benar-benar sempurnalah keindahan itu…..
Wahai
Saudariku seperjuangan…
Aku sangat yakin, dirimu sangat
sadar, sangat paham dan sangat tahu bahwa dirimu adalah aura keindahan.
Dirimu pun sangat mengerti bahwa tanpa wanita dinia akan hampa. Juga,
dirimu pasti tahu bahwa wanita begitu mulia dan dimuliakan oleh Allah
dan RasulNYA. Tapi sadarkah dirimu? Kapan seorang wanita akan tetap
memberikan aura keindahan? Kapan seorang wanita akan sangat berarti
keberadaannya di dunia ini? Dan kapan seorang wanita akan tetap
dikatakan mulia?
Selama ia senantiasa berada pada ketaatan kepada
Allah dan Rasulnya. Ya selama itulah ia akan tetap indah, ia akan tetap
ada dan ia akan tetap mulia dan dimulia.
Wahai Saudariku
dalam ketaqwaan…
Apa yang kita rasakan saat ini? Apa yang
terjadi dengan dirimu saat ini? Ada apa dengan wanita akhir zaman ini?
Coba perhatikan sbentar saja, renungkan kondisi wanita sekarang?
Masihkan mereka pantas disebut makhluk yang indah? Pantaskah mereka
disebut makhluk yang mulia dan mesti dimuliakan?
Di jalan-jalan kita
jumpai para wanita sudah seakan tidak punya rasa malu. Memamerkan
perhiasan diri di tempat-tempat umum tanpa ada sedikit rasa risih.
Lihatlah auratmu, sudahkah engkau menutup dengan benar? Rambutmu engkau
biarkan terurai dinikmati oleh banyak lelaki. Lehermu engkau biarkan
terbuka bahkan lebih dari itu. Betismu, engkau biarkan telanjang tanpa
sedikitpun penutup. Atau mungkin engkau sudah menutupnya dengan rapat
seluruh auratmu, tapi di sana-sini masih nampak lekuk tubuhmu. Sadarlah
mulai saat ini, auratmu itu hanya boleh engkau perlihatkan pada suamimu.
Suamimulah yang paling berhak menikmati keindahan tubuhmu itu. Bahkan
bernilai pahala setiap keindahan yang engkau persembahkan kepada suami.
Wahai Saudariku dalam keimanan…
Tahukah
dirimu, wanita adalah sumber fitnah terbesar bagi umat akhir zaman. Ia
bisa menghancurkan dunia yang indah ini. Maka dari itu, sambutlah seruan
Allah. Tutuplah auratmu, jagalah pandanganmu, taatlah pada Allah dan
Rasulnya, tetaplah patuh pada suami dalam ketaatan kepadaNYA, niscaya
surga akan mudah engkau raih. Bahkan Rasulullah pernah mengingatkan
seorang Sahabiahnya, bahwa suami adalah surga atau nerakanya para istri.
Wahai Saudariku dalam kedamaian…
Janganlah
dirimu menyepelekan masalah aurat ini. Janganlah dirimu menganggap itu
hanyalah masalah sepele dan patut disepelekan. Ketahuilah wahai
saudariku, menutup aurat bukanlah sekedar perintah atau anjuran dari
Bapak/Ibu kita. Bukan hanya sekedar anjuran ustadz atau kiayi kita.
Bukan hanya sekedar nasihat teman-teman kita. Bukan hanya sekedar trend
untuk bergaya. Bukan hanya model untuk mempercantik diri. Bukan hanya
sekedar pilihan yang bisa ditawar. Tapi ketahuilah wahai saudariku
menutup aurat adalah perintah Allah. Perintah Dzat yang telah
menyebabkan kita ada di dunia ini. Perintah dari Dzat Yang Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
Mari renungkan dalam hati yang paling dalam.
Beranikah dirimu menentang perintahNYA? Lalu dengan apa engkau
menghadapi pangadilanNYA kelak di akhirat? Bisakah dirimu mengelak,
membantah atau beralasan atau berargumen membenarkan perbuatanmu???
Wahai Saudariku dalam kasih sayangNYA…
Maaf,
mungkin dirimu bukanlah tipe wanita sumber finah tersebut.Bukan tipe
wanita yang mengumbar aurat. Jika benar demikian, tetaplah waspada.
Setan akan selalu mencari celah agar bisa menjerumuskan kita. Tapi
mungkin, memang dirimu saat ini belum bisa memakai jilbab. Tapi aku
yakin dirimu bukan bermaksud menentang perintahNYA. Jika demikian
adanya, mari kita bersama-sama mulai saat ini untuk tidak menyia-nyiakan
kesempatan ini. Mungkin ada sebagian dari kita ingin menunda, nanti
sajalah pakai jilbabnya kalau sudah benar-benar siap. Nanti kalau saya
sudah punya suami. Nanti kalau sudah punya banyak uang. Nanti kalau……
Nanti jika…..Nanti…. nanti….
Saudariku, mengapa harus menunggu nanti
jika memang saat ini kita bisa? Bisakah engkau memastikan «nanti» yang
kamu janjikan benar-benar kan kau temui? Tahukah kamu seberapa lama lagi
usia kita? Boleh jadi sebelum «nanti« itu tiba dirimu sudah harus
menghadapNYA. Na’udzubillah….
Memang tidak mudah untuk
hijrah menuju kebaikan. Setan akan senantiasa menggoda, dengan
membisikkan alibi-alibi ke dalam hati kita. Kata nanti yang kita
janjikan itu boleh jadi juga bisikannya.
(http://multazimah.blogsome.com)
Minggu, 21 Oktober 2012
Dialog PriHal JodoH
-->
Nih sedikit dialog, terjadinya
baru beberapa hari yg lalu. Di saat semua lg nyantai. Ehh tiba-tiba ayuk ku
ngomen di setatus fb prihal “ kasih sayang dLm sebuah peRnikahaN” simpel tapi
bermakNa so kudu mesTi di copy PasTe heee..”
Satu kosndisi dimana semua sedang
santai” padahal masi pagi tapi fb sudah pada OLLL Ples TempuR setatus hee...e..,
kami banyak melontarkan
pertanyaan – pertanyaan kecil, lucu, tapi jawabannya sungguh bermakna. Ayuk (panggilan
kakak perempuan di seputaran wilayah sumatera) ya.. semua dialog kami tertuju
dengan ayuk lina” da bebrapa hal yang menurut ku memiliki arti tersendiri?
Daku menuliskan satu impian sosok
laki-laki yang mapu menjadi imam dunia dan akherat, ayuk pun mengaminnkan pinta
doa ku.
Ayuk : amin ya Rabb, moga terwujudkan,ingat jgn pilih suami yg
kaya harta,tp kaya hati yg bisa m'bawa kita ke surga Illahi. Harta bisa dicari
tp suami yang soleh, taat agama itu yang paling utama. Amien.
Kalo dari hati kita niatkan tuk mpy suami yg sholeh moga2 dijabah Allah, kayak
suamiku..:)
hee..e
Daku : wahh muji suami niYe..... okelah yuk, tips-tipsnya piye
yuk? Belas ku.
Ayuk : iya dong, siapa lg yg mau
dipuji kalo bukan suamiku,, intinya yang baik dlm agamany maka akan mendapat
jodoh atau pendamping yang baik jg. Jika sdh menikah, anggap ibu mertua seperti
ibu kandung sendiri,jgn kita rampas suami kita dr keluarganya,skrg byk yg
t'jadi konflik antara menantu dgn mertua,ingin memiliki suami seutuhnya tanpa
memikir kalo suami puny kelrg sblum menikahi kita.
Daku : owHHHH.....( sembari mulut
ku menganga dan mata ku membulat)
3 jempoLL dah buat ayukkk... eitts kelebihan,
2 jempol dah tk ayukk.... jadi semangaTT nih pengenn nikah cepeTT hii..hii..hii
Ayuk : nih ada dialog kecil
Istri
: Abang cinta saya lebih dari keluarga abang ?
Suami: Tidak
Istri: Kenapa? Sampai hati abang buat saya begini
Suami: saya Ada ALASAN Tersendiri....
Istri: Baiklah saya mau Dengar Dari Hati abang Sendiri..
abang : Disaat abang mau melihat alam dunia, Bukan adek yang tolong Azankan abang tapi Ayah abang. Bila abang Menangis Di Tengah-Tengah Malam Bukan adek Yang Tolong Tenangkan abang Tetapi Emak abang. Tolong mengertilah sayang, Jadi Tanpa Kesabaran & Kesungguhan Mak Bapak abang.
Siapalah abang ?? Karena itu abang Lebih Sayangkan Keluarga abang Daripada adek. Seperti yang sekarang ini, Menyayangi Mu Satu KEHARUSAN Akan Tetapi Mencinta Allah & Ibu bapak Saya Satu KEWAJIbAN... ♥
♥
♥
♥
♥
Suami: Tidak
Istri: Kenapa? Sampai hati abang buat saya begini
Suami: saya Ada ALASAN Tersendiri....
Istri: Baiklah saya mau Dengar Dari Hati abang Sendiri..
abang : Disaat abang mau melihat alam dunia, Bukan adek yang tolong Azankan abang tapi Ayah abang. Bila abang Menangis Di Tengah-Tengah Malam Bukan adek Yang Tolong Tenangkan abang Tetapi Emak abang. Tolong mengertilah sayang, Jadi Tanpa Kesabaran & Kesungguhan Mak Bapak abang.
Siapalah abang ?? Karena itu abang Lebih Sayangkan Keluarga abang Daripada adek. Seperti yang sekarang ini, Menyayangi Mu Satu KEHARUSAN Akan Tetapi Mencinta Allah & Ibu bapak Saya Satu KEWAJIbAN... ♥
Daku
: terhaLLUUU...hukss.huks..huks.. dimanakah mencari yg
demikian yuk,,,
Rabu, 17 Oktober 2012
Peralihan Bidang Pertambangan menuju Bidang Pertanian di Kep. Bangka Belitung
-->
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Timah merupakan logam dasar terkecil yang
diproduksi yaitu kurang dari 300.000 ton per tahun, dibandingkan dengan produksi aluminium
sebesar 20 juta ton per tahun (http://id.wikipedia.org/wiki/Timah_%28perusahaan%29).
Hal ini mengingat fungsi dan manfaat dari logam timah tersebut.
Provinsi Bangka Belitung merupakan salah
satu propinsi dengan penghasilan timah, adapun pendapatan daerah sebagian besar
masi mendominasi yaitu pertambangan timah selebihnya diikuti dengan bidang
pertanian. Mengingat pertambangan timah
hingga saat ini masi merajai income baik masyarakat, perusahaan maupun
pendapatan kas negara tentunya aktivitas ini masi terus berjalan. Sementara
pasokan lahan atau daratan kep. Bangka Belitung terbilang sempit dibandingkan propinsi lainnya
mengakibatkan lahan kritis. Seperti lingkungan rusak akibat bekas tambang,
bahkan hingga sekarang masih ada yang belum direklamasi, sementara penduduk
masyarakat Bangjka Belitung semakin bertambah dan membutuhkan mata pencarian.
Bila pengoprasian penambangan timah masi dilakukan hingga tak tentu batas
waktu, maka besar kemungkinan daratan Kep. Bangkabelitung akan hancur dan
tenggelam.
Sampai saat ini penambangan masi menjadi
topik kalangan pejabat, solusi hanya menjadi sebuah wacana yang hingga saat ini
masi belum tampak. hal ini terlihat masi beroprasinya kegiatan penambangan baik
didaratan maupun di perairan, dan lahan pertanian, perkebunan bahkan juga
perikanan beralih fungsi jadi areal penambangan. Jika dilihat Dari aspek
ekonomi, TI Masi pemberi kesejahteraan dilihat dari hasil yang didapat cukup
besar namun dari aspek lainnya seperti ekologis, TI menjadi penyumbang terbesar
kerusakan lahan yang mencapai 150.000 hektar.
Jika melihat bidang pertanian, sebenarnya
dua bidang ini sangat bertolak belakang, satu sisi menghancurkan lahan, satu
sisi lagi membudayakan lahan sebagai pertanian. Melihat prosfek kedepan
sebenarnya bidang pertanian seperti perkebunan kelapa sawit yang merupakan
salah satu solusi mengentikan penambangan, yaitu mengalihkan income dari
penambangan menjadi bidang pertanian dengan memberdayakan lahan baik yang belum
di sentuh oleh tambang maupun lahan pasca tambang.
Dari
uraian di atas maka penulis tertarik
untuk mebuat makalah dengan judul “Perkebunan Sawit Menggantikan Posisi
Pertambangan Timah Di Propinsi Kep. Bangka Belitung”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu” Mampukah
Perkebunan Sawit Menggantikan Posisi Pertambangan Timah Di Propinsi Kep. Bangka
Belitung””
1.3 Tujuan
Adapun
tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui Mampukah Perkebunan Sawit
Menggantikan Posisi Pertambangan Timah Di Propinsi Kep. Bangka Belitung dan
tindakan seperti apa yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Bidang Pertambangan
Timah
Definisi
timah. Timah adalah unsur kimia dengan nomor atom 50 dan nomor massa 118,69.
Merupakan unsur logam, dengan warna putih keabuan.( http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2112643-pengertian-timah/)
Timah
merupakan Logam yang tak keras, warnanya putih seperti perak, hitam dan putih
kebiru-biruan (kamus besar bahasa indonesia)
Penambangan (eksploitation) Merupakan kegiatan yang dilakukan baik secara sederhana (manual) maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian (http://arsipteknikpertambangan.blogspot.com/2010/06/penambangan.html)
Penambangan (eksploitation) Merupakan kegiatan yang dilakukan baik secara sederhana (manual) maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian (http://arsipteknikpertambangan.blogspot.com/2010/06/penambangan.html)
Dari uraian defini di atas maka pebulis
dapat menyimpulkan bahwa Penambangan Timah adalah penggalian, pemberian, pemuatan
dan pengangkutan berupa logam yang tak
keras berwarna putih keabu-abuan, hitam atau putih seprti perak.
2.2. Bidang Pertanian Kelapa
Sawit
Pertanian adalah kegiatan
pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan
bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk
mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang
termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau
bercocok tanam (http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian)
Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq)
adalah salah satu jenis tanaman dari famili palma yang menghasilkan minyak
nabati yang dapat dimakan (edible oil). Selain dari kelapa sawit, minyak nabati
juga dapat diperoleh dari tanaman kelapa, kacang kedelai, bunga matahari,
kacang tanah, dan lainnya. Dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak
dan lemak, kelapa sawit adalah tanaman yang produktifitas menghasilkan minyak
tertinggi, dimana tanaman kelapa hanya menghasilkan sepertiga (700-1000 kg
daging buah kelapa/ha) dari produksi kelapa sawit (2000/3000 kg TBS/ha) (http://sawiiit.blogspot.com/)
Dari Uraian di atas maka penulis simpulkan
bahwa Pertanian Kelapa Sawit adalah kegiatan pemanfaatan kelapa wawit sebagai
budidaya tanaman dan menghasilkan bahan pangan seperti
menghasilkan minyak nabati.
2.3. Peralihan Posisi Mata
Pencarian Bidang Pertambangan menuju Bidang Pertanian
Mata Pencarian pekerjaan atau pencaharian utama (yg dikerjakan untuk
biaya sehari-hari) (http://www.kamusbesar.com/54680/mata-pencaharian)
Peralihan adalah n 1) pergantian;
perlintasan (dari keadaan yang satu kepada keadaan yang
lain)
(http://selaputs.blogspot.com/2011/01/arti-pengertian-definisi-peralihan.html)
Dari landasan teori diatas dapat penulis
simpulkan bahwa Peralihan Posisi Mata Pencarian Bidang Pertambangan menuju
Bidang Pertanian adalah pergantian atau perlintasan atau perubahan posisi sumber
mata pencarian dari Bidang pertambangan menjadi bidang pertanian.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Bidang Pertambangan Timah
Timah merupakan sumber daya alam
utama pulau Bangka Belitung sejak lama. Besarnya kandungan biji timah di daerah
ini merupakan yang terbesar dari beberapa daerah lain di Indonesia. Bahkan
untuk di dunia, produksi timah asal Indonesia sangat mempengaruhi harga pasar
dunia.
Didalam sejarah penambangan timah, telah
banyak mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Proses penambangan timah
pun kian efektif dan efesien berkat kemajuan teknologi pertambangan. Sejak dulu
telah tercatat berbagai teknik penambangan timah yang terjadi di Bangka
Belitung, Hal inilah mendukung peningkatan income daerah penghasil timah.
Seperti halnya Propinsi Kepulauan Bangka Belitung . Namun dengan adanya kegiatan penambangan
timah baik perusahaan maupun rajkyat secara tradisional (TI) terhitung sejak 2001 menyebabkan
terjadinya degradasi lahan yang diperuntukkan sebagai lahan pertanian
Kita ketahui bahwa Aktivitas Tambang
Inkonvensional banyak terjadi sejak tahun 2000-an. Awalnya dipengaruhi karena
jatuhnya harga timah di pasar dunia. Potensi galian tambang timah dianggap
tidak ekonomis apabila hanya dikerjakan oleh PT. Timah.Tbk sendiri, karena itu
kemudian diserahkan kepada kontraktor lokal (tambang karya/TK).
Pada mulanya pengelola Tambang Inkonvensional
melakukan kegiatan di dalam areal kuasa penambangan PT. Timah.Tbk dan apabila
sudah habis mereka bisa pindah ke tempat lain yang ditentukan oleh PT.
Timah.Tbk. Akan tetapi, setelah masuk di era reformasi, dari tahun 1998 ke
atas, masyarakat mulai mencari-cari lokasi di luar areal kuasa penambangan PT.
Timah.Tbk sehingga jumlah TI berkembang pesat menjadi ribuan. Mereka kini
diluar kontrol karena menambang kebanyakan diluar areal kuasa penambangan PT.
Timah.Tbk.
Kembali penulis gambarkan melihat harga timah begitu menggiurkan. "Ini
semua menjadi sesuatu yang dilematis, baik bagi masyarakat sendiri maupun
Pemerintah," Bagi masyarakat, jika tidak menambang mereka tidak memiliki
mata pencaharian alternatif yang bisa dijadikan untuk pegangan dalam menyambung
hidup, sementara kegiatan bertani sudah
tidak menjanjikan lagi melihat lingkungan yang semakin memburuk. “Namun
melakukan kegiatan menambang juga mempunyai resiko, seperti kehilangan nyawa
atau tertangkap petugas yang sedang melakukan razia terhadap cukong atau pelaku
tambang timah ilegal.”
Bagi
Pemerintah Daerah dan Pusat, sesuatu yang menjadi dilematis adalah mengenai
kebijakan yang akan diambil. Apabila Pemerintah mengeluarkan pelarangan untuk
melakukan kegiatan menambang, demonstrasi masa untuk menuntut diberlakukannya
izin tersebut akan meledak secara cepat. Akan tetapi, apabila kegiatan ini
diizinkan, penambangan timah semakin mambabi buta dan menyebabkan kerusakan
pada lingkungan baik di darat maupun laut.
demikian masalah penulis uraian dan cukup menjadi cerminan bahwa gagalnya Pemerintah dalam memenuhi kesejahteraan masyarakat di daerah Bangka Belitung. Hal ini juga harusnya menjadi ‘PR’ bagi Pemerintah untuk terus giat mencarikan solusi alternatif yang baik untuk menanggulangi masalah ini agar tidak berlanjut secara terus-menerus.
demikian masalah penulis uraian dan cukup menjadi cerminan bahwa gagalnya Pemerintah dalam memenuhi kesejahteraan masyarakat di daerah Bangka Belitung. Hal ini juga harusnya menjadi ‘PR’ bagi Pemerintah untuk terus giat mencarikan solusi alternatif yang baik untuk menanggulangi masalah ini agar tidak berlanjut secara terus-menerus.
3.2. Bidang Pertanian Kelapa Sawit
Ø Bidang pertanian
Pertanian adalah kegiatan
pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan
baku industri, atau sumber energi, serta
untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pertanian dapat menjadi alternatif
jika tambang tidak bisa diandalkan dimasa mendatang. Masyarakat saat ini, harus
mulai diberi sosialisasi untuk beralih ke sektor pertanian dan masyarakat harus
mulai keluar dari rutinitas penambangan dan secara bertahap beralih ke sektor
lain. Salah satunya adalah pertanian tanaman pangan .
Ditambahkannya, lahan tambang yang semakin sempit
mengharuskan masyarakat mulai berfikir untuk mencari alternatif sumber mata
pencaharian. Pertanian seperti kelapa sawit dan tanaman produksi lainnya bisa jadi pilihan. Meski tidak menanam
dalam jumlah besar, minimal dapat mengurangi ketergantungan
pengeluaran. “Sebagai pembelajaran awal beralih ke pertanian.
Ø Kelapa Sawit
Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq)
adalah salah satu jenis tanaman dari famili palma yang menghasilkan minyak
nabati yang dapat dimakan (edible oil). Selain dari kelapa sawit, minyak nabati
juga dapat diperoleh dari tanaman kelapa, kacang kedelai, bunga matahari,
kacang tanah, dan lainnya. Dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak
dan lemak, kelapa sawit adalah tanaman yang produktifitas menghasilkan minyak
tertinggi, dimana tanaman kelapa hanya menghasilkan sepertiga (700-1000 kg
daging buah kelapa/ha) dari produksi kelapa sawit (2000/3000 kg TBS/ha)
(http://sawiiit.blogspot.com/)Kelapa Sawit
Dilihat fungsi dan manfaat yang dihasilkan dari kelapa
sawit ini, tentunya tidak kalah dengan penghasilan dari timah. Selain itu
pembudidayaanya juga tidak terlalu rumit.ramah lingkungan dan dapat menjadi ekonomi
berkelanjutan. Terdapat beberapa
keuntungan dari segi bidang:
·
Budiadaya: Kelapa Sawit (Elaeis guineensis
Jacq) adalah tanaman perkebunan yang sangat toleran terhadap kondisi lingkungan
yang kurang baik. Seperti lahan pasca tambang. Tanaman kelapa sawit mulai
berbunga pada umur 12 - 14 bulan dan panen yang secara ekonomis adalah pada
saat tanaman berumur 2,5 tahun, kemudian kegiatan panen rutin 2 kali dalam satu
bulan. Udia produktif pun di perkiraka
20 hingga 50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa dengan masa usia produktif dapat
menunjukkan gambaran ekonomi berkelanjutan.
·
Pengaruh Lingkungan : kita ketahui semakin besar
tingkat produksi sawit maka semakin besar pula tingkat pencemaran yang
dihasilkan. Saat ini berbagai peneliti telah menemukan berbagai solusi dari
limbah tersebut di antaranya, tandan
kosong kelapa sawit dioat di sumber pupuk organik yang memiliki kandungan unsur
hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman, tempurung kelapa sawit dapat
digunakan sebagai arang aktif, batang dan tandan sawiot dapat digunakan sebagai
bahan dari papan serat. Batang kelapa sawity dapat digunakan sebagai bahan
pembuat papan artikel. Serta batang dan peleopah batang sawit dapat dugunakan
sebagai pakan ternak.
·
ekonomi dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat :
jika kita mengarah satu bidang yaitu perkebunan Kelapa Sawit, Aktivitas pembangunan perkebunan kelapa sawit
yang melibatkan banyak tenaga kerja dan investasi yang relatif besar,
diperkirakan secara positif merangsang pertumbuhan ekonomi di pedesaan,
menumbuhkan dan menciptakan lapangan kerja serta lapangan berusaha. Melalui
kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan selama
proses kegiatan perkebunan kelapa sawit akan mempunyai keterkaitan ke belakang
(backward linkages). Dari segi
penanaman investasi sektor perkebunan yang dilaksananakan, hampir semua daerah
kabupaten/kota memanfaatkan investasi. Jika dilihat dari segi dampak ekonominya
menunjukkan hasil yang menggembirakan yakni terjadinya jumlah uang beredar di
pedesaan. Hal ini berdampak terhadap meningkatnya daya beli masyarakat
pedesaan, yang pada akhirnya meningkatnya mobilitas barang dan jasa. Artinya
dari segi ekonomi pengembangan
perkebunan kelapa sawit memiliki dampak positif antara lain meningkatkan
pendapatan masyarakat, penerimaan negara (devisa), lapangan kerja, n
produktivitas, nilai tambah dan daya saing. Serta memenuhi kebutuhan konsumsi
dan bahan baku industri dalam negeri.
Demikianlah gambaran keuntungan dari kelapa sawit ini sebagai
peralihan dari sumber mata pencarian dari bidang Pertambangan menjadi Bidang
Pertanian. Dengan demikian sawit dapat
menggantikan posisi timah. jika dilihat dari garis besar tentunya peralihan
posisi ini tidaklah mudah, butuh tahapan dan dukungan dari baik dari pemerintah
maupun kesadaran masyarakat itu sendiri.
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dilihat dari harga timah yang begitu menggiurkan masyarakat mulai mencari-cari lokasi di luar
areal kuasa penambangan PT. Timah.Tbk sehingga jumlah TI berkembang pesat
menjadi ribuan. Dilihat dari aktivitas penambangan yang kurang terkontrol,
lahan yang mulai menyempit, hutan menipis serta lingkungan semakin kritis
akibat dampak dari penamabangan tersebut dituntut solusi yaitu peralihan mata
pencarian dari bidang pertambangan menjadi bidang pertania. Kelapa sawit
memiliki tingkat fungsi, manfaat serta nilai jual yang sangat tinggi dan
merupakan solusi cukup untuk menggantikan posisi timah menjadi kelapa sawit.
4.2 Saran
Ø Keberhasilan
peralihan ini selain keikut sertaan pemerintah juga dibutuhkan kesadaran
masyarakat itu sendiri. Dibutuhkan sosialisasi
Ø Hendaknya
pemerintah mulai memberlakukan peraturan khususnya mengenai pemberian izin yang
berbatas.
Ø Adanya
sosialisasi secara langsung dari pemeritah mengenai dampak-dampak dari kegiatan
penambangan timah kepada kalangan masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Wikipedia.”Timah Perusahaan” (http://id.wikipedia.org/wiki/Timah_%28perusahaan%29 ( di akses 15 Oktober 2012)
Jefri Hansen
Siahaan “Arsip Teknik Pertambangan” (http://arsipteknikpertambangan.blogspot.com/2010/06/penambangan.html%29) (di akses 15 Oktober 2012
Kamus Beasar
‘definisi Mata Pencarian” (http://www.kamusbesar.com/54680/mata-pencaharian (di akses 15 Oktober 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)
