HINGGA detik ini aku masih belum percaya mamak telah meninggal.
Keluargaku memang belum pernah kehilangan. Kini aku begitu merindukan
mamak. Menyesal belum sempat membuat mamak bahagia.
Kehilangan
itu membuatku begitu hampa. Segalanya seolah menjadi tak berjiwa. Aku
seakan tak mendengar bunyi apa pun. aku seolah kehilangan pijakan.
Kedua kakiku rasanya melayang. Aku seolah meluncur ke dalam lubang yang
tak bisa kuhentikan.
Semua kenangan masa kecilku kuingat
kembali. Waktu muda dan saat aku masih kecil, mamak begitu cantik.
Lembut, meski keras dalam sikap. Aku bangga punya mamak seperti fangaji.
Waktu yang susah kala itu dengan ekonomi pas-pasan aku membantu
membuat adonan membentuk bulatan kecil, putih,(ragi) hampir tiap hari
kemudian menjualnya di Pasar Enam Belas.Semua tugas itu hanya aku yang
melakukannya. Entah mengapa mamak tidak pernah yang lain Tapi justru itu
yang membuat aku dekat dengan emak. Begitu juga bila baju sekolah ku
robek dan buruk, dengan lekasnya kau mencari ganti meski didapat dari
bekas orang lain dengan alasan tak mau melihat aku sedih hanya karna
berbeda dengan teman yang lain. Kau selalu hadir kala aku butuh itupun
kau lakukan karena kau tak ingin melihatku menangis karena
keterpurukkan ku. Kau telah menanamkan aku ketegaran iman, ketegaran
menghadapi kehidupan dan kasih sayang yang tak pernah kudapati
sebelumnya. pengorbanan yg Engkau berikan
tak satu'pun langkah'mu
yg tak berarti di hidupku
aku tak merasakan perbedaan meski aku
bukan keluar dari rahim mu namun
semua yg terbaik telah ku berikan
pada'mu lebih dari anakmu sndiri. dan
itu semua tak akan bisa
menggantikan semua
secoret kata ini, kutuliskan
betapa
besar pengorbanan'mu untuk aku
kini aku bisa memahami,
betapa
berartinya diri'mu di dunia'ku
tak mampu aku membalas
semua pengorbanan'mu
hanya menghormati dan memberi yg terbaik
untuk'mu
meski tak besar,aku terus berusaha untuk bisa membuat
diri'mu tersenyum. terimakasih, pengorbanan'mu akan terus aku ingat.
.
Memang kuakui aku tumbuh dengan pikiranku sendiri dan sibuk dengan
diriku sendiri. aku seolah tidak peduli. Padahal dalam hati aku selalu
sayang mamak. Selalu mengahrapkan kedatangn mamak di bangka... Kini
mamak sudah tiada. Sudah benar-benar hilang dari keluarganya. untuk
mamak yang telah di surga….. hampir segenap hidup ku hingga kini
tunjukkan pada ku dengan penuh kasih sayangmu,kau jaga didik aku dengan
penuh kesabaran… Kini aku sendri tanpamu lagi,karna kau telah pergi
jauh kesurga….yang ku rasakan saat ini hanya rindu dan menyesal atas
kesalahan ku yang dulu pernah aku lakukan dan belum sempat untuk ucapkan
kata maaf …padamu. mak….,mungkin kini aku sendiri namun hati ini tak
sendri karena wajahnu akan selalu hidup di hatiku,mak…akan ku ingat
selalu nasehatmu yang pernah kau berikan pada ku,aku akan berjaji bahwa
aku akan sanggup menjadi orang yang berguna dan membaggakan mu,meski kau
tak di sini tapi aku yakin bahwa kau dapat melihatku di sana…. Terim…a
kasih mak atas semuanya… Selamat Hari Ibu…dan selamat jalan fangaji.
(22/12/2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar